Parenting Club : Kenali Perilaku Anak di Usia Prasekolah


"Every Child Can Learn. Just Not In The Same Way" I love this quote so much. Quote tadi selalu jadi pengingat saya disaat saya merasa tidak sabar dan lelah ketika mengajarkan hal baru pada si kecil.

Keegoisan seorang ibu kerap kali hidup dalam pikiran saya ketika ada orang lain yang membanding-bandingkan anak saya dengan yang lain. Hati ibu mana yang tak meledak jika anaknya dianggap dibawah standar. Api-api keegoisan dengan cepat membakar pikiran sang ibu dan mendorong anaknya untuk menjadi lebih dan lebih. Ibu lupa bahwa setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing.

Moms, mulai sekarang, dari pada pusing mikirin "gunjingan" orang yang selalu membandingkan anak kita dengan anak lain, lebih baik sekarang kita pusatkan segala kekuatan, pikiran, kasih sayang dan perhatian kita hanya pada tumbuh kembang anak tercinta kita. Apa tumbuh kembangnya sudah baik dan apakah asupan nutrisi untuk si kecil sudah terpenuhi? Insyaallah jika semua sudah oke, si kecil akan tumbuh dengan fisik yang kuat, mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan akal yang cerdas.

Nah, dari pada kita sibuk mendengar hal yang hanya membuat hati mengamuk, mending kita dekatkan diri ke orang-orang yang memang peduli terhadap tumbuh kembang si kecil, salah satunya dengan mengikuti komunitas-komunitas yang fokus membahas pola asuh dan tumbuh kembang anak. Agar moms semakin cerdas dengan pemahaman yang luas. Ingat ya moms, jangan hanya bisa menuntut anak menjadi cerdas sedangkan kita sendiri tidak mau belajar. :p

If They Can't Learn the Way We Teach. We Teach The Way They Learn

Pada tanggal 14 Septermber 2017. Saya merasa sangat terhormat dan senang bisa diundang untuk menghadiri sebuah #SmartParentingWorkshop "kenali perilaku anak di usia pra sekolah" yang di adakan oleh Parenting Club Indonesia bekerjasama dengan Clozetter Indonesia di Harlequin Bistro Kemang. 

Dr. Rini Sekartini SpA (K) menjelaskan banyak hal tentang tumbuh kembang dan perilaku anak khususnya di usia pra sekolah yaitu di tahun 3-6.

Kita tentu sudah tau, jika 1000 hari pertama (0-3) merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan si kecil. 

Dan dalam 6 tahun pertama, otak si kecil akan tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Mudah meniru dan penuh dengan imajinasi. Pada masa ini rasa ingin tahu si kecil tak terbendung lagi, ia akan sering bertanya dan mencoba hal baru yang menarik perhatiannya.

Memasuki tahun pra sekolah, pertumbuhan otak si kecil sudah hampir sempurna, yaitu mencapai 90%. Sehingga si kecil mulai menujukan kepintaran tertentu. #PintarnyaBeda. Pada tahun ini, kita sebagai orang tua bisa mulai mendeteksi minat dan bakat si kecil untuk menentukan langkah orang tua dalam mengembangkan kepintaran dan bakat si kecil. Caranya mudah, mams bisa memanfaatkan fitur Smart Strength Finder di Parenting Club by Wyeth Nutrition. 

Smart Strength Finder adalah tool yang dirancang oleh Thomas Amstrong, Ph. D yang dapat membantu mam dan pap mengenali kepintaran si kecil. Hanya dengan menjawab 40 pertanyaan seputar si kecil, maka orang tua akan mengetahui bakat dan kepintaran si kecil dengan mudah. jadi gak sabar untuk uji coba ke babyZell.

Kepintaran si kecil tergolong dalam 3 hal, Yaitu : Akal, Fisik dan Sosial.

Jika mams dan paps sudah mengetahui kepintaran dan bakat si kecil, jangan lupa untuk memenuhi dasar tumbuh kembang anak dengan 3 hal, yaitu : 
1. Fisis Biologis : nutrisi, immunisasi, kebersihan badan & lingkungan, pengobatan, olahraga dan bermain.
2. Kasih Sayang : rasa aman dan nyaman, dilindungi, pola asuh demokratik.
3. Stimulasi : sensorik, motorik, emosi, kognitif, mandiri, kepemimpinan.
Stimulasi sangat penting untuk mengembangkan kecerdasan majemuk (multiple intelegence) yang meliputi IQ, EQ, SQ yang dapat membangun kepribadian sang anak.

Kesiapan si kecil sebelum masuk sekolah tidak bisa dipandang sebelah mata loh mams. Si kecil harus benar-benar siap sebelum masuk ke sekolah (dunia dengan lebih banyak tantangan, bersosialisai (sosial), belajar (akal) dan bergerak (fisik). Orang tua dapat melihat kesiapan di kecil dari perilakunya selama tahun pra sekolah.

Perilaku merupakan suatu produksi hasil kerja dan aktivitas otak. Hal ini berkolerasi dengan kompleksitas tatanan sirkuit otak. Semakin kompleks sirkuit otak semakin bersar pula kapasitas anak untuk belajar sehingga mampu mengembangkan perilaku anak.

Perilaku bisa juga di artikan sebagai respon anak yang terkoordinasi, untuk bereaksi atau tidak bereaksi dari seorang anak secara individu atau berkelompok  terhadap adanya rangsangan intertan atau/dan external. Respon dapat di dapatkan secara bawaan lahir atau melalui proses belajar.

Karakteristik Anak Usia Pra Sekolah
  • Mudah meniru hal baru
  • Dapat mengontrol dirinya
  • Dapat melempar bola di atas kepala
  • Dapat meloncat
  • Dapat berkomunikasi dan mengerti saat diajak berbicara
  • Aktif
  • Percaya diri
  • Terlihat terlihat dengan hal yang baru
  • Interaktif
Tanda Bahaya Anak Usia Pra Sekolah
  • Sangat tidak mempunyai ketertarikan bermain dengan anak-anak lain
  • Sangat penakut dan pemalu
  • Seringkali meronta-ronta tanpa kontrol bila marah atau kesal
  • Sangat agresif
  • Belum dapat melompat di tempat
  • Tidak bisa melempar bola diatas kepala
  • Seringkali jatuh dan kesulitan dengan tangga
  • Meneteskan air liur terus menerus
  • Kebingungan saat diajak bicara


Yuk moms, kita sinergikan kepintaran si kecil agar ia siap memasuki dunia sekolah nya.









Share on Google Plus

About Ayana Project

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment