Thursday, November 24, 2016

Uang Elektronik : Solusi Berhemat ala Mahasiswa




Jadi mahasiswa yang masih bergantung sama kiriman uang dari orang tua memang harus pinter-pinter mengatur uangnya biar gak habis dipertengahan bulan. Kita harus mikir bagaimana caranya agar uang ini cukup untuk makan sebulan, belanja bulanan, bayar uang kost, ongkos sehari-hari, pulsa, fotokopi dan print tugas, beli buku referensi dan jalan-jalan bareng temen  atau pacar.

Saya termasuk salah satu mahasiswa yang masih bergantung sama kiriman uang dari orang tua, uang kiriman yang pas-pasan kadang suka habis dipertengahan bulan. Apalagi kalau uangnya udah djadi receh, makin berasa cepet banget habisnya. Gak kerasa dompet udah kehilangan penghuni pentingnya, kini yang menetap hanya kartu mahasiswa, ktp sama sim. Hiks...hiks

Jadi mahasiswa yang punya banyak kebutuhan harus super berfikir ekstra, karna selain mikirin tugas kuliah, saya juga harus mikirin gimana caranya meneruskan hidup dengan kedaan dompet yang super cekak! Sampai suatu hari, kampus berkerjasama dengan bank Indonesia mengadakan sebuah acara sosialisasi uang non cash dari berbagai bank ternama di Indonesia. 

Penasaran sama acaranya, langsung aja saya mengunjungi beberapa booth bank yang ikut serta dalam acara tersebut. Uang elektroik hadir dalam 2 bentuk. Dalam bentuk kartu berchip khusus dan dalam bentuk app dihandphone. Saya lebih suka pakai yang berbentuk kartu, soalnya kalau yang pake app di hp gak bakal bisa dipake pas pulsa atau kuota internetnya habis. Hehe 

Waktu itu, kartu uang elektronik dibagikan secara gratis dengan syarat mengisi deposit minimal 25rb. Dan kalau isi 50 ribu lebih kita bakal dapet souvenir. Jadi saya isi 50rb biar dapet tumbler gratis.

Disana juga dijelaskan, fungsi uang elektronik masih sama dengan uang cash pada umumnya, bisa dipakai untuk bertransaki jual-beli. Jika kita mendepositkan uang sebesar 50rb, maka kartu/app uang elektronik kita juga akan terisi dengan nilai yang sesuai dengan uang yang kita depositkan yaitu 50rb. 

Bedanya dengan kartu ATM, kita bisa menghabiskan saldo di kartu uang elektronik hingga 0 Rupiah. Sedangkan jika kita di ATM saldo yang tersimpannya rata-rata 50.000 Rupiah.

Hanya saja, jika uang chas kita sudah berubah menjadi uang elektronik (E-Cash) kita gak bisa menukarnya dengan uang chas kembali. Tapi gak usah khawatir sob, uang tunai yang sudah menjadi uang elektronik akan lebih menguntungkan ketika dibelanjakan dari pada uang kita yang masih berbentuk chas loh. Lah ko bisa???

Ya bisa dooong, ini dikarnakan hampir semua bank yang mengeluarkan E-Cash bekerjasama dengan banyak perushaan untuk memberikan promo-promo menarik dengan berbagai diskon. Contohnya diskon 30% di Gramedia dengan pembayaran menggunakan Flazz BCA. Kan luamyan banget... yang tadinya harus beli buku seharga 100rb, karna pakai uang elektonik jadi cuman bayar 70rb. Sisanya bisa dipakai buat beli bakso deh.

Bukan cuman di toko buku, kita juga bisa makan di restoran tertentu dengan banyak potongan harga hanya karna bayar pakai uang elektrik. Mantap bukan?! Masih bisa makan enak diakhir bulan.

Kita juga bisa pergi ke beberapa tempat rekreasi seperti kolam renang dengan pacar, keluarga atau teman hanya dengan bayar 1 tiket masuk aja, soalnya buy1 get 1 free. Seru banget kan?!

Selain senang-senang, pengeluaran untuk belanja keperluan bulanan seperti belanja sabun, shampo, snack dll juga akan lebih hemat, karna di beberapa gerai market yang sudah memberlakukan pembayaran dengan E-Cash selalu mengadakan promo diskon atau harga khusus bagi pemilik elektronik money.

Ah pokoknya saving life banget deh pake uang elektronik. Pasti untung banget!

Artikel ini ditulis dengan sengaja buat ngajak para mahasiswa dan non mahasiswa untuk lebih pintar mengatur pengeluaran dengan menggunakan uang elektronik dan untuk menjadi penggerak Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)

Salam Mahasiswa Tingkat Akhir!

16 comments:

  1. Bermanfaat banget infonya buat yang doyan jajan, biar lebih sadar pentingnya berhemat ^_^ www.pesonacleopatra.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, berhematt itu penting. segala cara dilakuin biar kantong gak jebol, termasuk pakai promo E-Cash

      Delete
  2. Huaaaa mauuuu kan enak tuh. Kenapa jamanku masih jadi mahasiswa gak ada tuh yg bundling sama kampus. Kan bagus e-money nya ada logo universitas kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bikin sendiri mba. Tinggal tempelin stiker logo kampusnya aja. 😀

      Delete
  3. Jadi bisa save uang kita dari keinginan yang kurang mendukung kebutuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setuju. Mengendalikan diri untuk gak laper mata.

      Delete
  4. aku juga seneng banget pake E-cash, selain banyak promonya. E-Cash bisa mengurangi uang logam recehan di kantong. bayar dikasir pun jadi lebih gampang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bayar pas, tampa nimbun uang receh yg susah dibelanjakan ya sist.

      Delete
  5. Hahahaaa mahasiswa super kritis! Okelah buat menghemat pengeluaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheee harus dong. Jadi mahasiswa itu harus super kritis dan super irit. Biar uangnya akhir sampe akhir Bulan.

      Delete
  6. Ah....ternyata e-cash punya banyak promo yah. Tau gitu mending belanja pake e-cash dong. Lebih menguntungkan. Trus uang receh yang biasanya 'disumbang paska' bisa kita save. Heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget.... kan lumayan 100-200 lama-lama jadi 100rb.

      Delete
  7. wew... anak kos banget ya mbak, cari yang murah dan gratisan hunter hahhaa.. daku juga gituh mbak. secara anak kos dan jauh dari ortu ya kan, harus pinter-pinter atur keuangan.

    btw, daku belum pernah pake e-cash mbak, bank mana aja ya yang ada e-cash nya, pengen buat juga jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheee selama bisa dapet yg gratis, kenapa harus bayar? Hahaaaaa
      Hampir semua bank sekarang sudah punya e-cash
      BCA = FLASH
      MANDIRI = E-MONEY
      BRI = BRIZZI
      BNI = TapCash
      dll

      Delete
    2. Saya lebih suka pakai flash bca. Soalnya lebih banyak promonya. 😀

      Delete